![]() |
Ilustrasi Harga Emas (Liputan6.com/Johan Fatzry)
Liputan6.com, Jakarta Harga emas meningkat didorong melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) dan anjloknya pasar saham, yang memberikan lebih banyak peluang kenaikan permintaan untuk logam mulia.
Investor kembali memborong emas karena mereka yakin nilai logam mulia akan terus lebih baik dibandingkan aset lainnya selama periode inflasi tinggi.
Banyak pedagang merasa murahnya harga minyak dan gas alam bisa menyebabkan inflasi, dan sekali nilai tukar dolar memudar memberi harga emas batu loncatan.
"Namun ini kebanyakan semua tentang dolar," jelas George Gero, Wakil Presiden Senior RBC Capital Markets Futures Global.
Harga emas juga didorong bertambahnya cadangan emas Bank Sentral sebesar 55 ton emas pada November, naik dari 29 ton pada Oktober, menurut World Gold Council.
Di mana juga, para pembeli emas terbesar adalah Cina dan Rusia, masing-masing menambahkan 21 ton dan 22 ton.
Jangka panjang, pembelian tersebut dapat mendorong harga emas, menurut catatan Capital Economics dalam sebuah penelitian.
Emas juga mendapat dukungan dari anjloknya pasar saham AS, di mana baru-baru ini Dow Jones diperdagangkan turun 1,9 persen. Investor sering mencari emas sebagai aset pengaman di masa lalu ketika pasar komoditas lain melemah.(Nrm/Zul)
|
0 komentar:
Posting Komentar